Thursday, May 27, 2010

[HORNET] Re: [RSA-INA] BACA yg JELASSS JUGA !!!

 

gue ngerti maksudnya...

krn itu usaha jasa. maka semua komponen yg dibebankan ke mereka, akan
dibebankan lagi ke rakyat pengguna jasa. kalo dulu bbm naik maka tarip
angkutum naik. skrg yg disasar cuma orang2 cilik yg gak mau naik angkutum.
sementara BBM-nya kalo yg beli plat kuning dan plat merah serta plat
hijau... harganya tetep rendah dan bersubsidi.

jadi jelas ssekali sasarannya... yaitu wong cilik yg bukan pengojek. krn
kalo tukang ojek.. bensin naik pun tarip bisa dinaikkan. lha kalo karyawan
golongan 1-4 doang... pengeluaran naik.. jelas gak bisa minta gajinya naik..
yg paling mungkin ya tingkat korupsinya naik. atau niat MALINGnya di
naikkan.

thanks utk infonya..
jelas sekali sasarannya kalau begini..

ST

Pada 27 Mei 2010 18:16, Lucky J. Subiakto
<lucky.junan.subiakto@gmail.com>menulis:

>
> 27 Mei 2010 | 17.46 WIB
>
> Ketika Wong Cilik Jadi Korban Kebijakan
>
> KOMPAS.com - Apa pemerintah tidak peduli dengan orang kecil? Sontak, pria
> tua yang bekerja sebagai tukang ojek ini sedikit berang begitu mendapati
> kabar adanya kebijakan pemerintah untuk membatasi premium dan dialihkan ke
> Pertamax.
>
> "Harga premium naik saja, kita sudah susah, ini disuruh beralih ke Pertamax
> yang jauh lebih mahal, jelas berat buat kita," ungkap Jari (43), Kamis
> (27/5/2010), di Pancoran, Jakarta.
>
> Pria beranak dua ini mengaku hidupnya sekarang bisa dibilang pas-pasan.
> "Kalau sekarang hidup istilahnya Senin-Kamis. Kalau sampai ada aturan itu,
> mungkin kita hanya bisa hidup Sabtu-Minggu," ujarnya dengan nada pelan.
>
> Dengan seharian mengojek, Jari bisa memperoleh sekitar Rp 50.000. "Itu juga
> kalau lagi ramai. Kalau sepi bisa cuma Rp 20.000 di luar bensin," ujar Jari.
>
> Apakah cukup uang sejumlah itu untuk menghidupi dua anak yang sudah remaja
> dengan istri yang tak bekerja? "Yahhh.. Mau diapain lagi, kondisinya seperti
> ini, harus pas. Harus bisa," ungkapnya.
>
> Dulu, sebelum krisis moneter yang mendera Indonesia di tahun 1997-1998,
> Jari masih bisa bernapas lega karena ada penghasilan tetap yang cukup untuk
> keluarga. "Sebelum krismon saya kerja jadi karyawan konveksi, tapi karena
> krisis toko jadi tutup, saya pengangguran akhirnya jadi tukang ojek," ujar
> pria yang sudah mengojek selama sepuluh tahun ini.
>
> Selama satu dekade bersama motornya, Jari melawati banyak cerita baik suka
> maupun duka. Cerita paling diingatnya ketika seroang pelanggan tidak
> membayar jasanya. "Saya pernah enggak dibayar pelanggan sudah diantar sampai
> Senen, ditunggu dua jam enggak keluar-keluar, ya sudah saya pulang,"
> kenangnya sambil tersenyum.
>
> Cerita lain terjadi ketika kenaikan BBM. "Pelanggan itu tidak peduli BBM
> naik, mereka maunya tetap harga lama. Kadang-kadang jarak yang dikasih tahu
> di awal ternyata lebih jauh dari itu, kita yang rugi," cerita Jari.
>
> Meski demikian, apabila benar-benar harus mengganti dengan Pertamax, ia
> hanya bisa pasrah. "Ya mau diapain lagi, harus terima. Paling nanti tarif
> dinaikin, dan dapat protes pelanggan," ia melanjutkan.
>
> Di negeri ini, nasib seperti di atas, tidak hanya terjadi pada Jari, masih
> banyak "Jari" lainnya yang juga merasakan hal serupa, atau bahkan lebih
> miris. Meski tidak memiliki kekuatan untuk memprotes kebijakan itu, Jari
> tetap memiliki sedikit harapan untuk pemerintah. "Saya hanya mau pemimpin
> negeri ini bijaksana. Tolong jangan dinaikkan lagi beban biayanya, yang
> stabil saja," ujar Jari penuh harap.
>
> Rencana pemerintah untuk menetapkan pembatasan premium bersubsidi untuk
> dialihkan ke Pertamax mengundang protes terutama dari kalangan bawah, salah
> satunya tukang ojek ini. Tukang ojek, yang keberlangsungan hidupnya sangat
> dipengaruhi dengan kestabilan harga BBM ini akan langsung terkena dampaknya.
> Terlebih, ojek bukan merupakan salah satu moda transportasi umum yang diakui
> pemerintah, sehingga kemungkinan mendapatkan subsidi pun terbilang kecil.
>
> 
> ---
> Sent from my LuckyBerry®
> "If you can't follow me on the road, you can follow me on twitter"
> Tweet @luckysubiakto
>
> --
>
> ----------------------------------------------------------
> Share the Road !!!!
> Untuk posting: rsa-indonesia@googlegroups.com
> Untuk keluar dari grup: rsa-indonesia+unsubscribe@googlegroups.com<rsa-indonesia%2Bunsubscribe@googlegroups.com>
> Website: www.rsa.or.id
>
> ----------------------------------------------------------

--
==============================
1 Motor KLASIK.. Jauh Lebih ber-HARGA
Daripada.. 1000 Motor PLASTIK
==============================

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Terima Kasih anda telah ikut serta di dalam Milis ini.


*********************************************
Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang
Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA.

Tolong Kerjasamanya...
*********************************************

Terima Kasih,

Moderator Team
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___