Iya oom, maxud saya juga begitu, liat situasi dan kondisi. Memang pilihan yg sulit disaat yg hanya sepersekian detik. Memilih keselamatan manusia adalah nomor 1, termasuk "kabur" sesegera mungkin jika dikepung penduduk,, :)
Maap jadi oot
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Hihihi... Kl gitu mending naik tank aja ya om. Tabrakin aja, kl penduduk-nya marah tuembakin aja pake meriem atau senapan otomatisnya.. Abis perkara... Jadi oot dech.. Kalo saya liat2 dl apa yg melintas, kl msh bs ngerem ya ngerem, kl emang gak memungkinkan lindes aja.. Bknnya gak sayang binatang lho. Di rmh aja ada 3 anjing, 1 kelinci, 2 uler skrg.. Hanya konyol aja kl kita smp celaka krn menghindari binatang liar.. Mkn tergantung refleks kita jg yah.. Anyway ada cara gak yah utk mempertajam refleks...???
MiLYS 228
B 6484 EDM
Black Pio'05
Sent from my EccexBerry®
powered by Sinyal Kuat sedikit from INDOSAT
bener om..
betul om...mengorbankan nyawa binatang mungkin lebih baik daripada mengorbankan jiwa manusia.
tapi terkadang dengan mengorbankan binatang justru memang akan membawa petaka...
percaya ga percaya....kejadian ini terjadi di kampung yang tadi ane ceritain di imel sebelumnya...
saat jalanan ramai dilewatin kendaraan...
tiba2 ada ayam frustasi nyelonong bikin keder pengendara yang liwat
di satu jalur mobil sempat ngerem mendadak diikuti kendaraan di belakangnya yang kerepotan berusaha berhenti mendadak juga
tapi di jalur lainnya ada motor ga sempet ngerem, dan mungkin dengan pertimbangan takut membahayakan kendaraan di belakangnya...akhirnya dia tetap libas si ayam frustasi...KEoOOokkk!!!
si pengendara kemudian baru sempat menepi dan melihat ayam yang dilindasnya klojotan meregang nyawa
tiba2 dari sebrang jalan ada yang teriak "WOi...enak aja loe ngelindes ayam gw... jangan kabur luh...!!"...ternyata si pemilik ayam ga terima.
selanjutnya selagi si pengendara masih shock dan bingung...warga setempat dah mengurungnya menutup jalan kabur...selanjutnya.....**ga tega
lebih parah lagi klo kejadiannya di papua atau wamena...
nabrak bab* maka harus mengganti sebesar harga bab* beserta estimasi anak cucunya yang kira2 bisa dilahirkan....(petaka deh)
jadi...nabrak binatang bikin sial...bukan sekedar dongeng khan
**yanggateganyakitinmakhlukhidup
~ER~
MilYS 341
From: "mufriyandi@gmail.com" <mufriyandi@gmail.com>
To: Milys <yamaha_scorpio@yahoogroups.com>
Sent: Fri, February 4, 2011 2:23:42 PM
Subject: Re: [MiLYS] [SHARE]Awas Rem Mendadak
Ane pernah liat kecelakaan gara2 kucing nyebrang. Kurang lebih hampir sama dg yg bro ER alami. Memang ada kepercayaan bahwa pamali atau akan sial jika sampai membunuh kucing sengaja atau tidak. Namun kalau demi menghindari 'kesialan' atau pamali dengan manuver yg 'membahayakan' kok malah berpotensi kesialan yg lebih besar. Ane tdk menyarankan utk menabrak kucing nekad, hanya coba utk mempertimbangkan, bahwa nyawa manusia lebih berharga dari pada kucing nekad hehehe. Kucing termasuk binatang yg refleknya tinggi sehingga 'diduga' bernyawa 9 :P. Jadi kalo yg nyebrang sembarangan itu patutu diduga sdg frustasi bro,,,, hehheeh
Salam meong
*maafbagimeongloverSent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: ER The Great <er_thegreat@yahoo.com>Sender: yamaha_scorpio@yahoogroups.comDate: Thu, 3 Feb 2011 23:08:59 -0800 (PST)ReplyTo: yamaha_scorpio@yahoogroups.comSubject: [MiLYS] [SHARE]Awas Rem Mendadaknumpang share ya...maaf klo kurang berkenansaat ane lihat...tampak sebuah motor jenis bebek sudah menempel di bokong kanan motor ane, pengendaranya tampak sekuat tenaga menahan beban motornya agar tak rubuh.
malam itu belum begitu larut, jalanan masih tampak basah tersiram gerimis tipis yang turun sejak magrib.
memasuki wilayah pemukiman bertipe perkampungan dekat rumah, laju motor diturunkan di bawah rata-rata.
selain karena jalannya yang sempit, padat pemduduk, banyak plisi tidur...kondisi jalanan yang basah tanggung dan terbatasnya pandangan akibat rintik hujan dan remangnya malam memaksa laju motor tidak lebih dari 40kpj.
Ditengah perjuangan menerabas rintik hujan yang menghalangi jarak pandang dan di rundung keremangan malam, tiba-tiba dari kiri jalan terlintas sosok kecil berwarna orange melintas ke tengah jalan secara perlahan namun pasti membingungkan....alamak anak kucing?!
insting dan reflek memaksa ane melakukan hard braking secara spontan, anak kucing sudah demikian dekat dan cuek dengan kendaraan yang lalu lalang di jalan tsb.
Sesaat setelah pengereman mendadak tampak posisi anak kucing berada di kanan roda depanku (alhamdulillaah tidak terlindas)...motor masih melaju lambat
tapi sesaat kemudian...si anak kucing mungkin kaget atau apa...tiba-tiba berbalik dan masuk di area kolong motorku...
lagi-lagi spontan ane melakukan pengereman sekuat mungkin biar si anak kucing tidak terlindas.
motor berhasil berhenti...anak kucing berhasil lari kembali ke sisi kiri jalan...kaki kiri kuturunkan untuk mengimbangi motor agar tak rubuh.
tiba-tiba...BRAKKKK!!!....dari belakang ada yang menabrak motor ane
Motor lantas ane majukan sedikit biar si pengendara bisa mendirikan motornya dengan leluasa
ane lihat si penabrak tidak mengalami luka berarti...
cuma tulang kering di bawah lutut kirinya yang memar dan lecet tipis, serta fairing kiri motor bebeknya patah dan nyangkut di antara knalpot dan swingarm motor ane (ga ngerti deh gimana bisa begitu)
"Kenapa ngerem mendadak sih ?" tanya si penabrak sambil meringis menahan sakit.
"Tuh...anak kucing tadi nyebrang mendadak" jawab ane sambil tunjuk ane mencari anak kucing yang entah menghilang kemana.
"kenapa ?? Ga bisa ngerem bro ?" tanya ane
"Mana sempet bang...mendadak gitu" jawabnya kesel
"hmmm...ga jaga jarak nih orang...."pikir ane
ingin rasanya menyampaikan pesan agar berhati-hati dan jaga jarak...tapi melihat kondisinya tak sampai hati kata terucap.
ane peratiin kondisi motornya....ban tipis, rem tromol, shok depan direndahin....hmmmmm
setelah ane pastikan tidak ada kerusakan di motor ane, ane tawarkan pengobatan ke klinik dekat TKP...tapi si penabrak tidak mau.
Kemudian si penabrak bersedia damai dan tidak menuntut apa-apa (mungkin dia sadar posisinya yang salah)...
akhirnya ane lanjutkan perjalanan ke rumah yang tinggal berjarak 1km lagi.
Setelah di rumah ane coba renungkan mengambil hikmah dari kejadian tadi dan didapat beberapa hidayah sbb:
1. Waspadalah selalu saat berkendara. Senantiasa bersiap atas segala kondisi dan kejadian yang mungkin ada di jalan, bahkan klo bisa bersiap juga untuk hal-hal yang tidak disangka atau tidak diperkirakan kejadian di jalan. Di saat hujan rintik begitu memang orang2 akan sedikit sekali yang berlalulalang di jalan, tapi siapa sangka justru anak kucing yang bermain hujan dan mengganggu perjalanan. Banyak lubang baru terbentuk di jalan, orang bisa menyebrang tiba-tiba, paku-paku dan ranjau bertebaran, ban bisa tiba2 pecah, rem bisa tiba2 mengunci dan berbagai kemungkinan lain yang bisa berakibat fatal jika kita lengah....waspadalah..waspadalah.
2. Sesuaikan kecepatan dan riding style dengan skill, kondisi kendaraan dan kondisi jalanan saat berkendara. Jujurlah pada diri sendiri bahwa motor kita bukan motor tercepat dan terhebat yang bisa dipacu 100kpj dalam 2 detik dan berhenti di tempat saat itu juga. Jujurlah bahwa betapapun hebatnya skill kita berkendara tidak akan cukup mengantisipasi nasib klo lagi sial. Rintik gerimis dan remang malam memberikan jarak pandang yang terbatas, ditambah jalanan yang basah nanggung pastinya mengurangi grip roda.
3. Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita. Sepertinya ini yang terpenting untuk mencegah kejadian seperti di atas. kendaraan di depan kita membatasi pandangan kita terhadap apa yang ada di depannya, kita tidak pernah tahu kapan kendaraan di depan kita akan berhenti. Berikan waktu yang cukup untuk otak kita merespon pergerakan kendaraan di depan kita dan menyalurkan rangsangannya ke otot kita untuk menghindari kendaraan atau halangan2 di depan kita. Menjaga jarak merupakan kewajiban dan untuk kepentingan pengendara yang di belakang. Tidak mungkin pengendara yang di depan selalu memperhatikan kendaraan atau apapun yang ada di belakangnya, jadi jika terjadi tabrakan dari belakang bisa dipastikan bahwa kesalahan terletak pada si penabrak di belakang.
4. Pikirkan keselamatan dalam melakukan modifikasi kendaraan. Mengganti ukuran ban menjadi lebih tipis mengakibatkan permukaan yang menempel di jalanan semakin sedikit, traksi/cengkraman ban ke jalan pastinya menjadi menurun. Merendahkan shok depan sama dengan mengurangi jarak main shok, sehingga shok relatif lebih keras, hasilnya daya serap kejutan/dorongan juga berkurang. Modifikasi dua faktor tersebut bisa mengakibatkan daya pengereman menjadi menurun. Apalagi jika kendaraan di depan kita memiiliki spek pengereman lebih menjanjikan (ban lebih lebar, shok lebih lembut, dan cakram depan-belakang)...alhasil...kejadian deh yang di atas.
5. Gunakan selalu safety gear. Safety gear tidak menjanjikan keselamatan 100% tapi bisa sangat bermanfaat untuk meminimalisir kerugian apabila nasib sedang tidak bersahabat. Nasib kita tidak pernah tahu, kalau lagi jatuh temponya bisa terjadi dimana saja kapan saja. Dari kejadian di atas apabila si penabrak di atas menggunakan knee protector mungkin tulangnya tidak akan terluka.
6. Berdoalah selalu sebelum melakukan aktifitas agar dihindari dari halangan rintangan. Setidaknya doa bisa menjadikan jiwa lebih tenang dan pede saat berkendara.
Semoga sedikit share ane bisa bermanfaat dan mengurangi risiko di jalan saat berkendara.
~ER~
MilYS 341
--
dianwidiyanarko.com
Sent from my BlackCerebro® Acer® NoteBook
===================================================
Biasakanlah hapus pesan-pesan yang tidak perlu
SAVE the limited BANDWITH PLEASE..!
===================================================
- Sampaikan kritik & saran ke milys@googlegroups.com
- Untuk ber-OOT silahkan join milist GeLYS kami. Ajukan permintaan pada saat Kopdar kepada pengurus MiLYS. Syarat & ketentuan berlaku.
======================================================================
.:::Ride Safely & Respect Others:::.
Safety Riding: All day long main lamps ON & wear only SNI helmets
======================================================================